HEADER JI

JI

5/recent/ticker-posts

KELUARGA SEDIH TAK BISA ANTAR JENAZAH IBU KANDUNG



Jurnal Investigasi, Jembrana - Sedih Dan Pilu Atas Wafatnya Ibunda Tercinta, Tidak Bisa Mengantar Hingga Ke Liang Lahat. Itulah yang di rasakan oleh pasangan Suami Istri serta ke tiga anaknya, Bapak Tukiman dengan Keluarganya yang saat ini sedang melakukan Isolasi Mandiri yang dinyatakan Positif Covid-19 oleh pihak Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jembrana yang sudah berlangsung 12 hari ini membuat Keluarga tersebut tidak bisa melihat wajah Ibunda atau Nenek yang ke terakhir kalinya, membuat Keluarga Bapak Tukiman sangat terpukul atas kepergian beliau apa lagi tidak bisa atau tidak  di perkenankan melihat serta menghantar ke liang kuburnya.


Ibu Tukiyem, beliau Meninggal Dunia di usianya yang ke 86 Tahun pada hari ini, Kamis pagi 29/07/2021 sekira pukul 07:00 Wita. Almarhumah Meninggal Dunia di kediaman Putri beliau yang tidak jauh dari kediaman Putranya yang selama ini Almarhumah Ibu Tukiyem tinggal dengan Keluarga Putra bernama Tukiman serta cucunya, wafatnya beliau tidak ada kaitannya dengan Covid-19 yang saat ini di alami oleh KeluargaTukiman.

Tukiman saat dimintai keterangan menjelaskan bahwa sanya, Ibu atau nenek kami saat saya dan keluarga saya di nyatakan Positif Covid sebelumnya memang beliau Almarhumah sudah tinggal bersama Kakak kandung perempuan saya dan juga sempat sakit sakitan karna sudah usia hampir 90 tahun, dan mungkin beliau memikirkan kami karna beliau sampai tidak bisa makan dengan nyaman, apa lagi tidak bisa bertemu dengan kami atau sebaliknya, mungkin itu penyebab beliau karna beban pikiran sampai akhirnya meninggal.

Tukiman beserta keluarga saat ini menjalani Isolasi mandiri di kediamannya Dusun Pangkung Tanah Kangin Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali tersebut, berakhir sampai tanggal 01-Agustus-2021.

Ditemui di kediamannya, suasana rumahnya pintu rumah dalam ke adaan tertutup dan sempat kami temui dengan tetap menjaga jarak, saat di tanyai tentang keadaan kesehatannya, Bapak Tukiman dengan Istri dan anak yang ke tiga sempat membukakan pintu dan mengatakan kami biasa-biasa saja tidak ada keluhan gangguan pernafasan ataupun yang menghawatirkan,yang kami rasakan hanyalah batuk pilek biasa dan badan tidak terasa panas, demi keluarga lain dan tetangga saya akan tetap mengikuti himbauan pemerintah agar tidak menular ke warga sekitar, makanya saya lebih baik menjalani Isolasi Mandiri ucapnya.

Selama menjalani Isolasi Mandiri dari Pemerintah Desa Melaya sendiri, melalui Kepala Kewilayahan Bapak Kadus, telah menyalurkan Bantuan berupa paket Sembako terhadap keluarga tersebut.

Untuk kegiatan acara Tahlilan selama PPKM ini, di tiadakan dan tidak melibatkan secara umum hanya berlangsung dengan beberapa pihak keluarga Almarhumah Tukiyem selama 7 hari ke depan. (red)

Posting Komentar

0 Komentar