HEADER JI

JI

5/recent/ticker-posts

VIRAL, MOBIL PLAT MERAH SETELAH ISI BBM BERUBAH MENJADI PLAT HITAM



Jurnal Investigasi, Kalimantan Utara - Sebuah video kejadian di sebuah SPBU pada saat mobil Toyota Innova sedang mengisi bahan bakar minyak (BBM) viral di Media Sosial.


Dalam video viral tersebut, Toyota Innova yang berwarna hitam ketika datang pertama kali ke SPBU menggunakan pelat nomor dinas dengan warna merah.

Ajaib, setelah mobil mengisi bensin, pelat nomor yang tadinya merah tiba-tiba berubah jadi hitam.

Hal tersebut membuat banyak netizen heran dan mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi.

Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram bernama @andreli48.

Terlihat bahwa mobil Toyota Kijang Innova pertama kali datang ke SPBU menggunakan pelat warna merah dengan nomor polisi KU 1105 B.

Dari nomor plat di mobil tersebut, Nitizen bisa mengetahui bahwa kejadian ini disinyalir terjadi di Kalimantan Utara. Kemudian dalam video, terlihat lagi seorang pria mengenakan kemeja putih melakukan transaksi dengan petugas SPBU.

Pria dengan kemeja putih ini diketahui merupakan pengemudi dari mobil Toyota Innova viral tersebut.

Setelah selesai melakukan transaksi, pria tersebut lalu berputar ke belakang mobil untuk masuk ke kursi pengemudi. Tetapi saat berada di depan pelat mobil belakang, sang pria ketahuan melepas pelat merah yang ia gunakan sebelumnya. Dari plat merah yang sebelumnya digunakan, berganti jadi plat hitam dengan nomor KT 66 FS.

Perlu diketahui bahwa domisili dari mobil ini juga berubah menjadi daerah di Kalimantan Timur.

Hal itu membuat Toyota Innova ini viral di media sosial karena bisa berganti pelat dengan ajaib.

Setelah dibagikan di media sosial, video tersebut langsung viral dan dikomentari banyak netizen.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Suriansyah mengaku belum bisa memastikan apakah pengendara mobil itu adalah ASN atau tenaga honorer.

"Saya perintahkan BPKAD segera menelusuri kebenaran itu, karena kan sekarang banyak aja orang pasang-pasang pelat begitu. Kalau mobilnya memang mobil Sekretariat Daerah. Saya sebagai Sekda menyesalkan sampai terjadi seperti itu," ujarnya saat dihubungi wartawan, Kamis (12/8/2021).

Suriansyah juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang atas kasus ini.

Hasilnya, Sekda diminta untuk melakukan pemeriksaan sesuai mekanisme yang berlaku.

"Saya bentuk tim untuk menelusuri kasus ini. Kita menunggu hasilnya karena kita beri waktu satu minggu harus selesai. Mengenai apakah itu oknum ASN atau bukan saya belum berani keluarkan statemen. Semua hal berkaitan itu kita menunggu hasil kerja tim saja," kata Suriansyah.

Di tempat terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Humas Polda Kaltara Kombes Pol Budi Rachmad mengatakan, polisi sudah memanggil pria yang terekam melepas pelat nomor tersebut.


"Dirlantas Polda Kaltara sudah menanyakan perihal kasus yang viral ini. Kenapa kok bisa ada pelat nomor ganda begitu," ungkapnya.


Budi menegaskan, pelat hitam KT 66 FS dipastikan palsu.


"Itu kan yang terdaftar yang pelat merah, sementara yang hitam jelas bukan pelat nomor yang benar itu," ujarnya.


Menurur Budi, pihak kepolisian, masih terus mendalami kasus ini.


"Untuk kasus ini sementara kita berlakukan hukuman tilang karena pelanggaran nomor polisi. Kita juga segera bersurat ke Inspektorat yang ditembuskan ke Gubernur. Kita mengingatkan untuk lebih memberikan pengawasan dan pengendalian," tuturnya.


Budi menjelaskan, memang setiap mobil dinas pelat merah bisa saja memiliki pelat hitam.


Namun, cara mendapatkannya dibutuhkan rekomendasi pimpinan, dan harus bermohon ke Kapolda melalui Dirintelkam Polda Kaltara.


"Sama halnya dengan mobil dinas Bea dan Cukai contohnya, mereka memiliki pelat hitam untuk kepentingan penyelidikan. Kalau hanya untuk iseng, tentu tidak boleh," tegasnya.(Red)

Posting Komentar

0 Komentar