Mojokerto - Jurnal Investigasi, Efektifitas peningkatan pengelolaan Bumdes Desa Ketapanrame, Kec Terawas, Kab. Mojokerto pada sektor air minum, kebersihan, pengelolaan lahan kios, simpan pinjam dan kemitraan serta pariwisata, tidak terlepas dari kunjungan Perbekel/Lurah se-Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, pada Sabtu (1/10). 


Wisata Taman Ghanjaran dan Wisata Sawah Sumber Gempong

adalah destinasi objek wisata yang di kelola oleh Bumdes Mutiara Welirang Desa Ketapanrame Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. Dengan ketinggian 700-1200 m dari permukaan air laut, Desa Ketapanrame berada di lereng Gunung Welirang.


"Dengan anugerah potensi sumber daya alam yang indah ini, menggugah seluruh stakeholders desa dalam pengelolaan pariwisata untuk peningakatan PAD", tegas Zainul Arifin, Kepala Desa Ketapanrame. 


Dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Ketapanrame, Kepala Desa menerapkan sistem role model investasi bagi masyarakat

dengan pola kemitraaan pada sektor bidang usaha wisata. Dalam penyelenggaraannya, masyarakat yang berinvestasi di bidang wisata diatur dengan hak dan kewajiban yang telah disepakati bersama dan payungi dengan badan hukum. 


"Sertifikat atau legalitas badan hukum untuk bumdes, haruslah menjadi poin utama dan penting di dalam menjaga kridibilitas didalam pengelolaan kerjasama", ungkap Kadis PMD Kab. Mojokerto, Yuda Akbar Prabowi.


Para Perbekel/Lurah didampingi Kadis PMD dan Para Camat se-Kabupaten Jembrana kedepan akan menyelaraskan dan memodifikasi program serta stakeholders terkait, berkaca dari Ketapanrame.


"Banyak hal menarik yang bisa kita tangkap dari Desa Ketapanrame untuk kita aplikasikan di Jembrana," pungkas Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ( PMD)  Jembrana I Made Yasa.


Penulis : Suardana

SPACE IKLAN

JURNAL INVESTIGASI